Suryamedia.id – Pemerintah menanggapi informasi mengenai penculikan tiga jurnalis dan sejumlah WNI lainnya oleh tentara Israel saat menumpang kapal Global Sumud Flotilla menuju jalur Gaza, Palestina.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyebutkan bahwa pihaknya saat ini masih berusaha menghubungi dan mencari keberadaan ketiga jurnalis dan WNI lainnya yang diculik.
“Sampai hari ini kita harus ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi,” ujarnya, Selasa (19/5/2026), dikutip Kompas.
“Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka,” lanjut dia.
Adapun tiga jurnalis tersebut atas nama Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dari Republika; dan Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Selain ketiga jurnalis tersebut, masih ada sejumlah WNI lainnya yang ikut ditangkap oleh tentara Israel.
Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga tidak dapat melakukan perundingan langsung. Pemerintah akan berusaha menempuh jalur diplomatis melalui pihak ketiga jika memungkinkan.
“Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel,” tuturnya, dikutip dari Antara.
“Kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh negara Israel,” lanjut dia.
Diberitakan sebelumnya, tiga jurnalis asal Indonesia dikabarkan ditangkap oleh tentara Israel. Keduanya, pada Senin (18/5/2026), ikut dalam rombongan kapal Global Sumud Flotilla untuk melakukan liputan dan misi kemanusiaan di wilayah jalur Gaza, Palestina. (*)











