Suryamedia.id – Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dinilai masih kuat meski konflik global melanda. Salah satu yang menopang adalah tingginya Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp420 triliun.
Mengenai hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak bantuan pendanaan dari International Monetary Fund (IMF). Sebelumnya, diketahui pihaknya melakukan pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di AS, pada Selasa (14/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya berdiskusi mengenai kebijakan IMF dalam mengurangi ketidakpastian global. Adapun kewenangan lembaga tersebut dengan menyediakan dana bantuan untuk negara yang membutuhkan.
“Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan,” terang dia beberapa waktu lalu.
Namun, Purbaya yakin bahwa APBN masih bisa menopang kebutuhan ekonomi Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa perubahan kebijakan sejak akhir tahun lalu turut membantu kondisi Indonesia dalam menghadapi krisis global.
“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp420 triliun,” ujar Purbaya.
“Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi,” lanjut dia.
Menurut IMF, ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Terlebih, perang dingin antara Iran dan Israel-AS masih berlangsung.
“IMF menjelaskan ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian,” pungkasnya. (*)









