Nilai Tukar Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Tak Masuk Akal

Suryamedia.id – Nilai rupiah ke dolar AS diketahui sudah melampaui 17.800 per hari ini, Kamis (28/5/2026).

Pelemahan nilai tukar ini dinilai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak masuk akal. Pasalnya, ia mengeklaim bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi baik-baik saja.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya, Rabu (27/5), seperti dikutip dari Detik.

Lebih lanjut, pihaknya akan menguji kembali ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebelumnya, pihaknya pernah menghitung tingkat stres APBN saat harga minyak dunia menyentuh US$100 dolar.

“Enggak (ada stress test), kami sudah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan,” ujarnya.

“Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” lanjut dia.

Purbaya juga mengatakan bahwa imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan setelah pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Intervensi tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan meningkatkan aliran modal asing.

Baca Juga :   Kapan Sidang Isbat Idulfitri Dilaksanakan?

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” terang Purbaya.

“Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” lanjut dia. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *