Suryamedia.id – Hampir sebanyak seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal dibuka di sejumlah wilayah pekan ini. Ratusan dapur MBG itu bakal diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Sumatera, Kalimantan, hingga Bali.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, daerah-daerah yang termasuk 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dinilai lebih membutuhkan layanan MBG untuk saat ini. Pembangunan dapur MBG tersebut akan disesuaikan dengan data yang telah dikumpulkan BGN.
“Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900, hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Ya, daerah 3T sama prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali. Jadi kita ingin yang prioritas kita beresin dulu lah,” ujar Sudaryono beberapa waktu lalu, dikutip CNN Indonesia.
Sudaryono menegaskan, proses pembukaan dapur dilakukan secara by system, sehingga tidak ada pihak yang ditunjuk untuk menawarkan jasa atau menjadi perantara terkait proses tersebut. Selain itu, terkait biaya pembukaan akan ditanggung oleh anggaran negara.
“Tentunya pembukaan dapur ini tidak, ini by system semua, jadi enggak ada orang yang akan datang janjiin jasa, biasa kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan ya, enggak ada calonya di sini,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat 27.022 dapur SPPG yang beroperasi. Namun, tidak seluruh dapur dapat langsung melayani penerima manfaat karena BGN menerapkan Surat Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Sementara (SPS) sebagai dasar pelayanan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 dapur belum mendapatkan SPS sehingga belum bisa melayani penerima. Sedangkan, sekitar 500 di antaranya berstatus suspend karena ada persoalan, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kasus keracunan makanan, dan perbaikan lainnya.
“500 suspend itu kita lihat, kalau misalnya contoh kita suspend untuk diperiksa, ternyata diperiksa kami udah, ada satu dapur misalnya di bawah masak di atas sarang burung walet ya tutup permanen,” ujar Sudaryono. (*)












