Suryamedia.id – Efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bakal dilakukan tanpa memangkas jumlah anggarannya.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, efisiensi bisa dicapai dengan mencoret anggaran yang tidak produktif atau belanja yang tidak berhubungan dengan kebutuhan utama program, seperti pengadaan kendaraan.
“MBG enggak akan dipotong, kecuali yang tidak produktif. Itu bagaimana? Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. (Kebutuhan) yang enggak perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan (akan dicoret, red),” katanya baru-baru ini.
“MBG enggak kita potong anggarannya, tapi kita pastikan yang belanjakan betul-betul efektif dan efisien,” lanjut dia.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi daya beli masyarakat sedang melemah dan pasar tradisional saat ini lebih sepi. Meski demikian, berdasarkan data yang dimiliki, kondisinya menunjukkan sinyal sebaliknya.
Sementara itu, menurut Fitch Rating, outlook peringkat utang Indonesia berubah negatif dari sebelumnya yang stabil. Di sisi lain, peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB atau masih kategori layak investasi (investment grade).
Salah satu pertimbangan lembaga memangkas outlook Indonesia adalah berkaitan dengan program MBG. Lembaga tersebut memproyeksikan defisit anggaran 2026 sebesar 2,9 persen PDB atau lebih tinggi dari target pemerintah 2,7 persen.
Sedangkan, tekanan belanja diperkirakan meningkat, termasuk untuk program makan bergizi gratis (MBG) yang nilainya diperkirakan mencapai 1,3 persen PDB. (*)











