Suryamedia.id – Pihak sekolah bisa memberikan penilaian terhadap kualitas makanan program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem penilaian ini bakal tersedia di aplikasi khusus yang akan dirancan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sistem ini dirancang mirip dengan aplikasi layanan antar makanan. Dengan demikian, pihak sekolah yang diwakilkan oleh kepala sekolah dapat memberikan ulasan berupa bintang dan catatan terhadap dapur penyedia MBG.
“Nantinya, kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak, Ibu Kepala Sekolah untuk kemudian semacam seperti di ojek online itu, seperti di-sensor misalnya itu, yang kemudian Bapak, Ibu Guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu ya,” ujar Sudaryono, Jumat (18/9/2026).
Sudaryono mengatakan, aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan. Kehadiran platform penilaian itu bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan dapur MBG secara transparan. Pihak sekolah juga dapat melaporkan berbagai kendala di lapangan lewat aplikasi itu.
“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya, itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan. Ini menjadi penting bagi kami untuk menilai tingkat kepuasan konsumenlah istilahnya begitu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pihak sekolah melakukan pemeriksaan kondisi kemasan ompreng sebelum disalurkan ke para siswa. Ompreng akan dilengkapi dengan label informasi produk, hingga kejelasan batas waktu konsumsi (expired date) untuk mencegah risiko keracunan. (*)












