Zulhas Sebut Program MBG Gagal, Kini Lebih dari 50 Ribu Anak Terdampak Keracunan

Suryamedia.id – Heboh pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), terkait kegagalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, pelaksanaan program tersebut masih menimbulkan permasalahan, termasuk keracunan massal.

“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal,” tegas Zulhas dalam pidatonya baru-baru ini.

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” lanjut dia lagi.

Program ini tidak hanya memerlukan tata kelola yang ketat, namun juga harus melibatkan banyak pihak untuk melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Insiden keracunan massal juga disebabkan karena lemahnya tata kelola dan pengawasan.

Meski demikian, ia tidak meminta pemerintah menghentikan program MBG tersebut. Terlebih, Presiden Prabowo berkomitmen melakukan pembenahan dengan menunjuk manajemen baru untuk mengurusi program tersebut.

Zulhas mengatakan bahwa perbaikan pelaksanaan MBG dilakukan secara bertahap karena program ini memiliki memiliki cakupan yang besar, sehingg tidak dapat dilakukan secara instan.

“Mohon diberi waktu untuk membereskan tata kelola MBG,” ujar Zulhas.

Baca Juga :   Kabar Tentang Wacana Haji dan Umrah Jalur Laut, Kemenag: Masih Perlu Dikaji

Program Menu Makan Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan akhir-akhir ini lantaran melonjaknya tingkat kasus keracunan di beberapa daerah Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada awal September, jumlah yang terdampak keracunan MBG tercatat mencapai 50.059 orang dari 560 kejadian di 245 kabupaten/kota. Namun, jumlah tersebut terus bertambah seiring muncul dugaan keracunan di beberapa daerah lainnya.

Pada 3 September 2026, dugaan keracunan MBG menimpa ratusan siswa SMAN 1 Lasem. Pada 7 September 2026, dilaporkan terjadi dugaan keracunan yang menimpa 45 siswa di Sleman, Yogyakarta.

Pada 8 September 2026, keracunan kembali menimpa ratusan siswa MAN 2 Rembang serta MTsN 1 Rembang. Sedangkan, pada 9 September 2026 kemarin, dilaporkan kasus dugaan keracunan massal baru yang dialami oleh sekitar 120 siswa sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *