Suryamedia.id – Persoalan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), disebut sudah menahun. Tumpukan sampah dianggap mengganggu karena mengurangi estetika, serta menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat.
Menanggapi hal tersebut, pengelola pasar menyebutkan bahwa ada keterbatasan armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Idealnya, dibutuhkan 12 hingga 15 armada setiap hari untuk membersihkan sampah.
“TPS itu kita berkolaborasi dengan teman-teman Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk kemudian mereka bisa mengangkut sampah tersebut ke Bantargebang,” ujar Agus, Kamis (8/1/2026), dikutip Kompas.
Diketahui, TPS di kawasan tersebut bisa menampung 120 hingga 150 ton per hari. Namun, DLH hanya mampu menurunkan maksimal delapan armada per hari.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, jumlah armada mulai ditambah hingga 20 truk untuk pengangkutan sampah. DLH juga mengerahkan tiga alat berat untuk mengurai sampah di TPS. Harapannya, persoalan ini bisa teratasi dalam satu minggu ke depan.
“Hari ini sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang akan dilakukan pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini,” kata Agus.
“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman LH untuk berkomitmen, satu minggu ke depan penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa kita lakukan pengempesan,” lanjut dia. (*)











