Suryamedia.id – Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis setelah ketegangan politik antara Venezuela dan Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro usai serangan ke Kota Caracas.
Usai penangkapan tersebut, Trump mengklaim akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut dan menegaskan embargo AS terhadap seluruh minyak Venezuela. Meski, operasi perusahaan minyak negara PDVSA tetap berjalan normal.
Diketahui, Harga minyak mentah Brent diketahui naik 17 sen menjadi US$60,92 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) menguat 11 sen ke level US$57,43 per barel.
“Kami melihat risiko terhadap harga minyak dalam jangka pendek bersifat ambigu namun terbatas dari Venezuela, tergantung bagaimana kebijakan sanksi AS berkembang,” tulis analis Goldman Sachs Daan Struyven, dikutip Reuters.
Sementara itu, Kepala riset komoditas RBC Capital Helima Croft mengatakan pelonggaran penuh sanksi dapat mendorong peningkatan produksi ratusan ribu barel per hari dalam 12 bulan ke depan, jika terjadi transisi kekuasaan yang tertib.
“Namun, semua perhitungan bisa berubah dalam skenario pergantian kekuasaan yang kacau seperti yang terjadi di Libya atau Irak,” ujarnya.
Sementara itu, organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026), usai melakukan serangan ke Kota Caracas.
“Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut,” tulis Senator dari Partai Republik, Mike Lee, dikutip CNN. (*)











