PBNU Tanggapi Soal Pemerintah RI Gabung Board of Peace: Belum Ada Alternatif Lain

Suryamedia.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) buka suara mengenai keputusan Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (board of peace). Bahkan, keputusan tersebut sempat memicu pro kontra di masyarakat.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyatakan pihaknya tetap pada tujuan membantu Palestina. Meski demikian, belum ada alternatif lain yang ditawarkan dalam konsolidasi internasional dalam upaya memerdekakan Palestina.

“Pandangan yang kemarin saya sampaikan mengenai Board of Peace, itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina,” kata Yahya, Sabtu (31/1/2026), dikutip CNN Indonesia.

“Tetapi, persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform untuk mengupayakan, untuk membangun suatu upaya internasional dengan konsolidasi internasional untuk perdamaian Palestina,” lanjutnya.

Maka dari itu, pihaknya menganggap bahwa langkah Pemerintah RI bergabung board of peace juga untuk membantu Palestina mencapai perdamaian.

“Karena ini baru muncul satu-satunya saat ini, sementara alternatif yang lain belum ada, maka kita, berdasarkan visi dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu,” ujar dia.

Baca Juga :   Netflix Akan Naikkan Harga Setelah Aksi Mogok Aktor Hollywood Berakhir

Berlawanan dengan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut buka suara mengenai hal ini dan meminta agar pemerintah RI menarik mundur dari Board of Peace. Pihaknya menilai bahwa keputusan tersebut tidak berpihak pada kemerdekaan rakyat Palestina.

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina,” kata Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, dikutip laman resmi MUI.

Ia menjelaskan, organisasi tersebut dianggotai oleh pihak Israel yang jelas-jelas melakukan penjajahan, serta tidak melibatkan pihak Palestina.

“Karena dalam penggagas Trump dan anggotanya ada (Perdana Menteri Israel) Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak ada negara Palestina,” lanjut dia.

Baru-baru ini, Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan ikut bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace). Diketahui, Board of Peace merupakan organisasi yang diinisiasi dan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Penandatanganan piagam tersebut dilakukan Presiden Prabowo saat berada di Davos Swiss, pada Kamis (22/1/2025). Tak hanya itu, Pemerintah RI juga menyerahkan iuran sukarela sebesar Rp16,7 triliun (1 miliar USD) untuk mendukung aktivitas organisasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *