Suryamedia.id – Heboh pemandangan matahari merah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Fenomena tersebut terlihat di tengah langit kelabu karena asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengepung Pulau Kalimantan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, warna merah matahari disebabkan oleh partikel-partikel asap di udara. Partikel-partikel ini dapat memengaruhi cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi.
“Benar Pak, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah,” terang Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, Jumat (21/8/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah kalimantan tengah sebagian besarnya sudah tertutup asap,” lanjut dia.
Ia menjelaskan, saat cahaya melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu lebih banyak tersebar. Hal ini membuat matahari terlihat kemerahan, terutama ketika posisinya mulai rendah saat sore.
Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap asap, khususnya saat kualitas udara menurun. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap semakin pekat.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak asap, terutama ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Menurut data kementerian Kehutanan, tercatat jumlah hotspot turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026. (*)










