Suryamedia.id – Kenaikan harga minyak dunia disebut jadi biang kerok melonjaknya harga daging sapi di dalam negeri.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Ia menyebutkan, realisasi impor masih sebanyak 40 persen dari kuota daging sapi.
Salah satu persoalan yang dihadapi importir adalah meningkatnya biaya logistik akibat kenaikan harga minyak dunia. Hal ini memicu kenaikan biaya transportasi kapal yang digunakan untuk membawa daging dari negara pemasok ke Indonesia.
Saat ini, importir tengah mencari sumber daging yang biaya pengadaannya tidak terlalu mahal.
“Memang salah satunya faktor biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian (importir) lagi nyari produk daging sapi yang tentu biayanya enggak terlalu mahal. Tapi mereka teman-teman (importir) bilang siap untuk segera menambah realisasi impornya,” ujar Budi, Rabu (12/8/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Karena biaya logistik ya, karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik. Makanya akan cari misalnya produk-produk mungkin yang lebih dekat atau bagaimana,” lanjut dia.
Pemerintah pun mendorong para importir segera merealisasikan kuota impor daging sapi, serta mencari sumber pasokan dari negara lain dengan biaya yang lebih kompetitif untuk menambah pasokan daging di dalam negeri.
“Kami minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah sudah berkomunikasi dengan sejumlah importir. Pihaknya akan kembali menggelar rapat untuk mengetahui kendala yang membuat realisasi impor masih rendah. (*)









