Suryamedia.id – Ada sejumlah faktor harapan hidup masyarakat Indonesia dinilai belum panjang. Salah satu faktor tersebut diduga lantaran kurangnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini masalah kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit mengatakan, penyakit seperti stroke, gangguan fungsi jantung, kanker, dan gagal ginjal menjadi penyebab utama kematian. Ironisnya, risiko penyakit tersebut sering kali terlambat dideteksi, sehingga berkembang menjadi komplikasi.
“Karena sekarang yang paling banyak bikin usia kita pendek, itu stroke, jantung, kanker, ginjal. Ini semua kalau CKG-nya rutin, ketahuan,” kata Budi, Senin (20/7/2026), dikutip Detik.
“InsyaAllah kalau tekanan darah selalu di bawah 120/80, gulanya selalu di bawah 200, kolesterol selalu di bawah 200, dan gizinya baik,” lanjut dia.
Menurutnya, pendekatan preventif penting untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Penyakit menular dicegah dengan imunisasi, sedangkan penyakit tidak menular diantisipasi lewat skrining kesehatan secara rutin.
“Kalau faktor risikonya bisa diketahui lebih awal dan ditata laksana, risiko terkena stroke, serangan jantung, kanker, maupun gagal ginjal bisa ditekan,” ujar Menkes.
Diketahui, angka harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 74 tahun. Lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program kesehatan lainnya, Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 76 tahun pada 2029.
Selain deteksi dini, Kementerian Kesehatan juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi sesuai kelompok usia. Hal ini mendukung pertumbuhan fisik, mengoptimalkan perkembangan kognitif, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit degeneratif.
“Kalau tekanan darah terjaga, gula darah dan kolesterol terkendali, serta gizinya baik, maka kualitas hidup meningkat dan usia harapan hidup masyarakat juga bisa lebih panjang,” pungkas Budi. (*)









