Suryamedia.id – Ribuan warga Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, ramai-ramai mengungsi ke pegunungan menyusul adanya peringatan potensi tsunami dan gempa susulan.
Camat Batang Dua, Kota Ternate, Robyanto Koloca menyebutkan, setidaknya ada 460 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.200 jiwa yang mulai meninggalkan tempat tinggalnya untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Mereka sebagian besar anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Warga masih terus mengungsi, mereka takut karena kondisi tanah di sini masih terasa bergetar,” ucapnya, Kamis (2/4/2026), dikutip CNN Indonesia.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pulau Mayau merupakan salah satu wilayah di Ternate yang berdampak guncangan dahsyat. Meski demikian, BMKG saat ini sudah mencabut peringatan dini tsunami, namun tetap mengimbau warga mengungsi.
“Mudah-mudahan setelah dicabut peringatan tsunami tidak ada info tsunami,” imbuh dia.
Sebelumnya terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026). Selain itu, air laut sempat surut sempat memicu kepanikan warga.
“Saat ini warga masih berlindung di gunung karena adanya fenomena air surut yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi tsunami,” kata Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly. (*)












