Suryamedia.id – Rupiah terpantau melemah di level Rp17.500 per dolar AS sejak Selasa (12/5/2026) kemarin. Mengenai hal tersebut, belum ada wacana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Laode Sulaeman baru-baru ini. Menurutnya, kebijakan yang menyangkut harga minyak dan energi masih dibahas dengan kementerian lainnya.
“Kebetulan Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu aja,” ujar Laode, Rabu (13/5/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Itu masih (dibahas), kan belum ada info-info lain lagi kan selain yang ada sekarang. Jadi kita lihat perkembangan berikutnya aja nanti,” lanjut dia.
Sebelumnya, pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa harga BBM subsidi masih sama di tengah isu kenaikan pada awal April 2026 lalu. Isu kenaikan ini buntut melonjaknya harga minyak dunia yang tembus US$100 per barel, sedangkan nilai tukar rupiah masih Rp17.100 an per dolar AS.
“Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada saat itu. (*)












