Suryamedia.id – Kenaikan anggaran pendidikan tahun 2026 disebut tidak akan mengganggu alokasi dana untuk program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Penambahan anggaran digunakan untuk program direktif Presiden yang masih dalam pembagasan.
“Jadi, anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, sedang dalam pembahasan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti, Senin (2/3/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Jadi tentu ini juga akan menambah kran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG,” lanjut dia.
Adapun tambahan anggaran digunakan untuk menambah jumlah penerima manfaat program prioritas. Di antaranya digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital (PID), revitalisasi satuan pendidikan, hingga penyaluran tunjangan kesejahteraan bagi guru.
“Sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang Pak Presiden sampaikan untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan 60 ribu satuan pendidikan, kemudian penyediaan IFP atau PID jadi 3 IFP per sekolah,” jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa programMakan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti beberapa waktu lalu. (*)











