Suryamedia.id – Viral Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Tan Sri Rais Yatim mengkritik respon Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian terkait bantuan 60 ribu USD dari Negeri Jiran kepada korban bencana di Sumatera dinilai kecil.
Sebelumnya, Tito menyebut besaran bantuan 60 ribu USD dari Malaysia itu jauh lebih kecil dari yang telah diberikan Pemerintah RI.
“Setelah dikaji, berapa banyak obat-obatan yang dikirim, itu nilainya nggak sampai Rp1 miliar, kurang lebih Rp1 miliar. Negara kan kalau untuk Rp1 miliar kita cukup, kita punya anggaran yang jauh lebih besar daripada itu,” katanya beberapa waktu lalu.
Menanggapi pernyataan tersebut, Rais Yatim mengatakan bahwa hal tersebut tak seharusnya disampaikan karena terkesan tidak sopan. Ia menjelaskan, bantuan dari Malaysia ditujukan untuk meringankan beban kesulitan masyarakat yang terdampak bencana.
“Kita menerima secara dukacita reaksi Menteri Dalam Negeri rakan (teman) kita di seberang yang menyatakan bahawa sumbangan 60.000 USD itu bagi meringankan beban sangsara di Aceh dan di wilayah-wilayah lain diumumkan sebagai perkara kecil dan sumbangan yang tak berpatutan,” kata Tan Sri Rais Yatim dalam video.
“Ini bukan berbudi bahasa sebenarnya,” lanjutnya.
Ia mengatakan, sebagai orang yang beradab dan berpendidikan, penting untuk menghargai bantuan yang diberikan, meski jumlahnya kecil.
“Apabila rakan ataupun jiran membantu banyak pun, jangankan sebut 60,000 USD, kalau RM60 pun disumbang oleh seseorang, harus berterima kasih,” tutur Tan Sri Rais Yatim.
“Jadi, dengan kenyataan umum yang dibuat kepada dunia menunjukkan bahwa Malaysia menyumbang sedikit dalam bentuk 60.000 USD, menteri berkenaan harap bersekolah dulu dalam bentuk perkataan komunikasi atau bahasa kepada sesuatu jiran (tetangga),” lanjut dia.
Kritik tersebut mendapatkan respon dari Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat mengecilkan bantuan dari warga maupun pemerintah Malaysia kepada korban bencana di Aceh dan daerah lain yang terdampak.
“Pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu,” katanya, Jumat (19/12/2025), dikutip Antara.
Pihaknya turut menyampaikan permintaan maaf jika pernyataannya dianggap bernada negatif. Meski demikian, pernyataan tersebut disampaikan bukan untuk merendahkan dukungan Malaysia, melainkan agar upaya Pemerintah RI tidak disalahpahami.
“Saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan bantuan dan dukungan dari saudara-saudara kita di Malaysia. Kalau ada yang salah paham, saya minta maaf,” ujar Tito.
“Banyak sekali yang sudah dikerjakan sejak hari pertama (penanganan bencana), hanya memang tidak semuanya terekam media. Yang saya maksud, tolong juga dihargai upaya pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan donatur dalam negeri yang bekerja luar biasa, meski sering tidak terekspos,” lanjutnya. (*)










