Suryamedia.id – Muncul dugaan penggelembungan (markup) anggaran pengadaan mobil pickup program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dugaan ini berdasarkan temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan setiap pengeluaran atau pencairan dana untuk program sudah melalui proses audit. Pihaknya juga mengakui belum memiliki data temuan ICW tersebut.
“Itu kan nanti diaudit. Saya bayar yang diaudit saja,” katanya, Selasa (14/7/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Begitu diaudit, lolos, baru dia nagih ke saya, saya bayar. Jadi saya secure. Aman,” lanjutnya.
Sebelumnya, ICW melaporkan terkait dugaan penggelembungan anggaran berdasarkan hasil pemantauan terhadap pengadaan mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (APN) untuk program Kopdes/kel Merah Putih.
Menurut laporan tersebut, terdapat selisih harga pembelian Rp61 juta hingga Rp69 juta per unit kendaraan. Target pengadaan pikap diketahui sebanyak 80 ribu unit, sehingga taksiran potensi markup mencapai Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun.
ICW turut merekomendasikan penghentian sementara proyek, transparansi seluruh dokumen pengadaan kepada publik, serta penyelidikan oleh aparat penegak hukum untuk memastikan program tersebut bersih dari praktik penyalahgunaan kewenangan keuangan negara.
“Secara keseluruhan, temuan ICW menunjukkan bahwa pengadaan mobil pikap KDMP berpotensi tidak memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan persaingan usaha yang sehat,” tulis ICW dalam laporannya. (*)






