Nama Jawa Barat Tidak Jadi Diganti Tatar Sunda

Suryamedia.id – Nama Provinsi Jawa Barat tak jadi diganti dengan istilah Tatar Sunda, Sunda, maupun Pasundan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Menurutnya, wacana pengubahan nama provinsi tersebut hanya beredar di media sosial. Sementara, Pemprov Jabar sendiri tidak memiliki rencana penggantian nama Jawa Barat.

“Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain,” kata Dedi lewat unggahan Instagram, Rabu (8/7/2026)

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusin perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan bahwa belum ada usulan resmi mengenai pengubahan nama itu di tingkat DPRD provinsi. Menurutnya, usulan pengubahan nama provinsi harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari yuridis, historis, sosiologis, budaya, hingga dampak ekonomi.

“Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada usulan resmi, baik dari Gubernur Jawa Barat maupun dari DPRD Jawa Barat terkait hal ini,” kata Ono.

Baca Juga :   Edhy Prabowo Ajukan Kasasi ke MA, Usai Divonis 9 Tahun Penjara

Wacana pengubahan nama Provinsi Jawa Barat itu berawal dari surat yang diajukan Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat pada 6 Januari 2025 kepada Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui audiensi pada 22 Mei 2025.

Hasilnya, Ketua DPRD menerbitkan nota dinas kepada Komisi I DPRD Jabar agar dilakukan pengkajian awal terhadap aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Selanjutnya, Komisi I bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melakukan audiensi dengan komunitas pengusul guna mendalami materi yang disampaikan. Hasilnya, hanya menyetujui untuk dilakukannya kajian, bukan menyetujui perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

“Hampir mayoritas fraksi di dewan hanya setuju untuk menindaklanjuti kajiannya. Jadi, bukan langsung setuju mengubah nama Provinsi Jawa Barat, tetapi setuju dilakukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif,” tegas Ono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *