Suryamedia.id – Pendanaan sejumlah program stretegis Presiden Prabowo Subianto disebut berasal dari penerimaan pajak. Beberapa program tersebut di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ini menjadi bukti bahwa wajib pajak berperan besar dalam membiayai program-program pemerintah yang didanai dari APBN.
“Direktorat Jenderal Pajak bisa secara konsisten mempertahankan kinerja pertumbuhan pajak yang terus positif,” kata Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, dikutip CNN Indonesia.
“Ini tidak lepas dari support wajib pajak, salah satunya yang membersamai pelaksanaan, aktor utama dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan program-program andalan lainnya yang dibelanjakan melalui mekanisme APBN,” lanjut dia.
Sebagai informasi, penerimaan pajak sepanjang Januari hingga Mei 2026 tumbuh 22,1 persen dan mencapai Rp834 triliun atau setara 35,4 persen dari target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp2.357,7 triliun.
Sementara itu, realisasi penerimaan pajak hingga 16 Juni tercatat telah mencapai Rp940,31 triliun atau tumbuh 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi penerimaan pajak telah mencapai 39,62 persen dari target APBN 2026.
Konsistensi kinerja pertumbuhan pajak turut tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan DJP, termasuk pengawasan kepatuhan wajib pajak, hingga optimalisasi sistem administrasi perpajakan melalui Coretax.
“Kinerja yang positif ini tentu tidak lepas dari pengawasan kepatuhan dan penegakan hukum yang seimbang, didukung kondisi pertumbuhan perekonomian yang cukup stabil dan peningkatan kualitas Coretax yang terus kami perbaiki secara berkelanjutan,” jelasnya. (*)






