Suryamedia.id – Muncul dugaan diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengikuti event lari di kawasan Canggu, Kuta Utara, Canggu, Bali. Seleksi peserta kegiatan tersebut diduga berdasarkan kewarganegaraan.
Isu ini muncul setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan calon peserta WNI mengaku ditolak mengikuti event tersebut, sementara orang yang mengaku warga Jerman malah diterima pengajuannya.
Hal ini bahkan mendapat atensi Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik. Ia pun telah melayangkan protes atas dugaan diskriminasi kepada pihak Imigrasi Bali, Ngurah Rai, dan meminya Polda Bali mengusut isu tersebut.
“Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami,” ujar Ni Luh lewat Instagram.
Menanggapi hal tersebut, panitia komunitas Entourage yang mengadakan event lari itu melakukan klarifikasi. Pihaknya turut membantah tudingan diskriminasi atau aksi menolak WNI yang ingin ikut serta dalam kegiatan.
“Beberapa acara kami selalu terbuka dan gratis untuk diikuti siapa saja, sementara yang lain memiliki persyaratan partisipasi berdasarkan tujuan acara tersebut. Misalnya, acara tertentu dirancang khusus untuk para pekerja lepas digital, sementara yang lain, seperti jalan santai dan lokakarya untuk wanita, ditujukan khusus untuk peserta perempuan,” tulis Entourage dalam unggahannya.
Acara khusus pada Rabu (22/7/2026) lalu merupakan acara berbayar pertama. Menurutnya, peserta WNI masih menjadi mayoritas dengan persentase mencapai 25 persen, pihaknya mengaku mengahadapi masalah teknis dalam persetujuan grup WhatsApp.
“Meskipun kami mencoba menciptakan tempat di mana para digital nomad dapat bertemu, terjadi bias yang menyebabkan beberapa (dan bukan semua) nomor +62/orang Indonesia ditolak secara tidak benar,” katanya.
“Kami menghentikan sementara semua acara dan kegiatan kami. Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya,” katanya. (*)






