Terancam Kebutaan Permanen, Aktivis Andrie Yunus Tegar Hadapi Teror Penyiraman Air Keras

Suryamedia.id – Aktivis KontraS Andrie Yunus ungkap kondisi terbaru pasca mengalami penyiraman air keras oleh oknum TNI pada Februari 2026 yang lalu. Ia menegaskan akan tetap tegar menghadapi situasi akibat teror tersebut.

Lewat unggahan media sosial KontraS di Instagram, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa mendukungnya. Andrie juga membangunkan semangat perjuangan bagi masyarakat Indonesia.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian,” ujar dia, Kamis (2/4/2025).

A luta continua! Panjang umur perjuangan!” lanjutnya dalam pernyataan.

Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU) rumah sakit. Pihak keluarga, kuasa hukum, serta rumah sakit disebut membatasi kunjungan guna menjaga kondisi pasien.

Sementara itu, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebutkan bahwa Andrie terancam mengalami kebutaan permanen pada mata kanannya. Ia menyebut, terdapat rembesan air keras pada bagian mata yang terlambat ditangani oleh tim dokter.

Baca Juga :   Heboh Kabar Maraknya Prostitusi di IKN, Otorita IKN Tegaskan Sudah Ditertibkan

“Bagian matanya itu ada rembesan air keras yang kemarin terlambat diidentifikasi oleh tim dokter RSCM. Efeknya bisa, yang paling fatal adalah cacat permanen, dia tidak bisa melihat dengan utuh,” ujar Dimas dalam rapat audiensi di Komisi III DPR, Selasa (31/3/2026), dikutip CNN Indonesia.

Dimas menilai upaya penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan upaya pembunuhan. Sebab, berdasarkan tampilan CCTV, penyiraman diarahkan langsung ke muka dan dapat menyebabkan kematian jika terhirup lewat saluran pernapasan.

“Dampaknya apa, dampaknya hal paling terburuk kematian apabila terhirup saluran pernafasan. Atau dampak minimal cacat permanen,” kata Dimas.

Diberitakan sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam oleh sekelompok orang tak dikenal. Kejadian itu terjadi usai menghadiri acara siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengamankan empat anggota TNI, berinisial NDP (kapten), SL dan BHW (letnan satu), serta ES (sersan dua), yang bertugas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *