Suryamedia.id – Presiden RI Prabowo Subianto ingin perkuat sistem pertahanan Indonesia mengingat perang masih sering bergejolak di berbagai penjuru dunia. Sistem pertahanan yang kuat dibutuhkan untuk menjaga kekayaan Indonesia saat ada ancaman.
“Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” kata Prabowo, Sabtu (23/5/2026), dikutip Tempo.
“Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” lanjut dia.
Pada Senin (18/5/2026), Presiden Prabowo menyerahkan berbagai alat pertahanan kepada TNI, di antaranya enam pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale produksi Dassault Aviation; empat pesawat Falcon 8X produksi Dassault; satu pesawat Airbus A400M Atlas; dan radar Ground Control Intervention (GCI) GM403; serta sistem persenjataan Hammer smart weapon dan missile atau rudal meteor.
Sebelumnya, Prabowo mengklaim, Indonesia termasuk salah satu negara yang aman jika Perang Dunia III meletus. Saat perang, uang serta modal dari kawasan ini akan berpindah ke kawasan lain, dengan demikian, Indonesia bisa menjadi salah satu tujuan investasi.
“Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” kata Prabowo, Rabu (8/4/2026).
“Jadi saudara-saudara, intinya adalah kita sangat banyak potensi,” kata Prabowo. (*)







