Korban Jiwa Kecelakaan KRL-KA Argo Bromo Anggrek Jadi 16 Orang

Suryamedia.id – Jumlah korban jiwa kecelakaan maut KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur bertambah jadi 16 Orang. Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta dilaporkan 15 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan, satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir pada Rabu (29/4/2026), setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi Kota.

“Iya benar (bertambah jadi 16), info kami terima jam 11 siang ini di RSUD Bekasi, perempuan MC 25 tahun,” ujarnya pada hari ini, CNN Indonesia.

Menurut data semerntara, korban luka-luka mencapai 90 orang, sebanyak 44 orang sudah diperbolehkan pulang dan 46 pasien lainnya masih dalam perawatan.

Hal ini turut dikonfirmasi oleh Direktur Utama RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi. Ia menyebutkan, korban MC sebelumnya telah dirawat di ICU bersama dua korban lain.

“Hari ini per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga dan qadarullah satu baru saja meninggal,” ujarnya.

Baca Juga :   Tanggapi Kecelakaan Maut di Purworejo dan Padang Panjang, Prabowo Minta Pengecekan Kelayakan

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa insiden bermula ketika taksi hijau tertabrak KRL relasi Bekasi-Cikarang mobil di JPL 85. Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi, sehingga petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya di peron Stasiun Bekasi Timur.

Menurut dugaan, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga menabrak gerbong paling belakang KRL yang merupakan gerbong khusus wanita saat masih berhenti. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *