BGN Tegaskan Bayi yang Meninggal di Cianjur Bukan karena MBG

Suryamedia.id – Heboh kabar seorang bayi di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi ini tersebar di media sosial dan ramai dibahas oleh warganet.

Terkait hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang membantah isu tersebut. Ia menegaskan, bayi insial MAB (2) itu tidak meninggal dunia akibat keracunan MBG.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,” kata Nanik, Minggu (26/4/2026), dikutip CNN Indonesia.

Ia menjelaskan, menu MBG dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada (14/4/2026) berupa mi kecap, telur dadar, susu, dan buah. Namun, tidak ada laporan mengenai kasus dugaan keracunan.

Menurut keterangan keluarga, orang tua anak tersebut memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula di luar program MBG. Setelah itu, gejala seperti muntah-muntah baru muncul pada Kamis (16/4/2026).

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemerintah Siap Terapkan Sistem Pembelian Minyak Goreng Curah Gunakan KTP

Selain itu, anak itu juga terakhir kali mengonsumsi MBG juga pada Selasa, sementara pada Rabu (15/4/2026) menolak mengonsumsi MBG. Menurut ayah korban, anaknya meninggal dunia karena penyakit.

Meski demikian, saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab meninggalnya MAB.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan,” kata Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan, dikutip Antara. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *