Kopilot WN Malaysia Selundupkan Narkotika Lewat Bandara Soetta demi Bayaran 50 Ribu Ringgit

Suryamedia.id – Terungkap aksi penyelundupan narkotika jenis ekstasi lewat maskapai penerbangan asing di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Puluhan ribu butir ekstasi tersebut diduga dibawa oleh seorang kopilot warga negara Malaysia.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah petugas Bea Cukai mencurigai sebuah koper saat pemindaian barang melalui mesin x-ray di Terminal 3. Koper tersebut kemudian diambil oleh WN Malaysia, MS, yang saat itu berseragam kopilot.

“Saat melakukan analisis hasil pemindaian, petugas mencurigai sebuah koper yang kemudian diambil oleh penumpang berkewarganegaraan Malaysia berinisial MS, yang diketahui mengenakan seragam kopilot,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Jumat (31/7/2026), dikutip CNN Indonesia.

Petugas kemudian mengarahkan MS ke ruang pemeriksaan. Setelah barang bawaannya diperiksa, ditemukan sebanyak 14 bungkus besar yang berisi 70.114 butir yang diduga narkotika jenis ekstasi seberat 26 kilogram, serta 4 gram sabu.

Menurut pengakuan MS, ia diminta seseorang membawa barang haram tersebut ke Jakarta dengan bayaran 50 ribu Ringgit. MS mengatakan bahwa narkotika tersebut akan diambil seseorang yang masih didalami identitasnya.

Baca Juga :   Immanuel Ebenezer Dicopot Jabatannya dari Kabinet Merah Putih Buntut Kasus Pemerasan K3

“Pelaku juga mengaku pernah dua kali membawa narkotika, yakni satu kali ke Sabah dan satu kali pada pengiriman yang berhasil digagalkan di Jakarta. Seluruh keterangan tersebut masih didalami oleh penyidik sebagai bagian dari pengembangan perkara,” jelas Djaka.

Bea Cukai saat ini telah berkoordinasi dengan Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk melakukan pengembangan terhadap jaringan yang diduga terlibat. Seluruh bukti yang ditemukan turut diserahkan ke Bareskrim Polri.

“Penyelundupan narkotika merupakan ancaman serius bagi masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kewaspadaan petugas untuk memutus rantai peredaran narkotika sejak di pintu masuk negara,” ungkap Djaka. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *