Suryamedia.id – Dampak El Nino atau ‘Godzilla El Nino’ diprediksi mulai terasa di Indonesia pada bulan April 2026. Fenomena ini menyebabkan musim kemarau lebih kering dan panas, berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang.
Merespon hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan telah menyiapkan antisipasi sejak beberapa bulan terakhir. Salah satu langkahnya adalah dengan menyiapkan stok dan distribusi pupuk, serta peningkatan luas tambah tanam (LTT).
“Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Sabtu (4/4/2026), dikutip Tempo.
Ia menjelaskan, Indonesia pernah menghadapi dampak El Nino pada 2023 hingga 2024, sehingga tahun ini harus berfokus pada mitigasi dan antisipasi. Pihaknya menekankan urgensi keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan.
Hingga 2 April 2026, stok beras nasional tercatat sekitar 4,4 juta ton atau 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional. Komoditas lain, seperti jagung tercatat 168 ribu ton, gula konsumsi sebanyak 49 ribu ton, dan minyak goreng sebesar 121 ribu kiloliter.
Pemerintah daerah juga diminta memiliki cadangan pangan untuk memastikan pemerataan distribusi pangan dan memperkuat kesiapan daerah menghadapi fenomena ini. Adapun cadangan pangan di tingkat kabupaten/kota tercatat mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah.
“Kita harus tetap waspada, bukan untuk menakutkan, tetapi memastikan semua langkah mitigasi yang sudah disiapkan dapat dijalankan dengan baik,” tuturnya. (*)







