Suryamedia.id – Putra Ayatollah Ali Khamenei, Ayatollah Mojtaba Khamenei, resmi menjadi pimpinan tertinggi Iran yang baru. Pemilihan calon pemimpin dilakukan oleh Majelis Pakar setelah gugurnya Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel beberapa waktu lalu.
Penunjukkan Mojtaba dilakukan pada Senin (9/3/2026). Sebelumnya, ia tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum. Namun, selama beberapa dekade, ia telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di Iran.
Kenaikan Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya disebut otomatis menjadi sasaran Israel dan Amerika Serikat (AS) dalam serangan selanjutnya. Hal ini dikatakan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” tegas Katz, Rabu (4/3/2026), dilansir Al Jazeera.
“Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” tegas dia lagi.
Menurut laporan Middle East Eye, Trump disebut ‘tidak senang’ atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan Iran yang baru. Presiden AS tersebut pernah mengatakan bahwa siapapun yang akan menjadi pemimpin Iran harus melalui persetujuannya.
“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump pekan lalu.
“Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” tambahnya. (*)












