Ikan Pari Jawa Jadi Spesies Langka, Kini Telah Dinyatakan Punah

Suryamedia.id – Ikan Pari Jawa merupakan salah satu biota laut yang sangat langka. Mirisnya, kini spesies yang memiliki nama ilmiah Urolophus javanicus tersebut resmi dinyatakan punah oleh tim penelitian yang dilakukan oleh Charles Darwin University, Australia.

Spesies ikan pari ini terbilang sangat langka dan tercatat pernah masuk ke dalam Red List of Threatened Species atau Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ikan Pari Jawa ini hanya ditemukan satu spesimen yang dikumpulkan pada tahun 1862 di pasar ikan di Jakarta. Diketahui, perairan Teluk Jakarta menjadi satu-satunya tempat ikan Pari Jawa atau the Java Stingaree untuk tumbuh dan berkembang biak.

Dikutip dari Radio Free Asia, Craig Hilton-Taylor yang merupakan kepala Unit Daftar Merah IUCN menyatakan bahwa hilangnya salah satu kerabat ikan pari ini menandai kepunahan pertama spesies ikan laut akibat aktivitas manusia.

Kenapa ikan Pari Jawa bisa punah?

Ikan Pari Jawa dikatakan punah karena ulah manusia. Ketua penilai Julia Constance, kandidat PhD di Charles Darwin University di Australia mengatakan bahwa penangkapan ikan jenis tersebut dilakukan secara intensif dan tidak diatur. Selain itu, degradasi dan hilangnya habitat akibat industrialisasi juga menjadi faktor utama kepunahannya.

Baca Juga :   Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024

Perubahan iklim juga menjadi ancaman bagi keanekaragaman spesies hayati dan hewani, termasuk biota-biota laut. Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal IUCN yang menyatakan perubahan iklim juga berdampak terhadap perusakan alam terhadap sejumlah spesies.

Bahkan, jumlah spesies yang ada di dalam Daftar Merah IUCN meningkat dari 150.388 menjadi 157.190. Sementara 44.016 di antaranya, berisiko punah.

“Perubahan iklim merupakan ancaman terhadap keanekaragaman kehidupan di planet kita. Hari ini, kami membawa bukti dampak perubahan iklim terhadap perusakan alam terhadap spesies,” kata Direktur Jenderal IUCN, Gretel Aguilar, dikutip dari DetikINET.

Secara global, seperempat spesies ikan air tawar beresiko punah karena pemanasan suhu, penangkapan ikan berlebihan dan polusi. Disebutkan bahwa perubahan iklim berdampak pada risiko kepunahan 17% spesies ikan air tawar, penurunan permukaan air, intrusi air laut ke sungai karena kenaikan permukaan laut, dan perubahan musim.

Dilansir dari Mongabay, menurut Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRO BRIN), terdapat spesies Pari yang langka di dunia selain Pari Jawa ditemukan di Indonesia. Spesies tersebut adalah Pari yang ditemukan di sekitar perairan Kepulauan Kei, Provinsi Maluku. Spesies ikan di wilayah perairan Kei tersebut juga belum pernah dilihat secara langsung oleh manusia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *