KTT BRICS 2025 Digelar di Brasil, Bahas Beberapa Isu Berikut!

Suryamedia.id – KTT BRICS 2025 digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu (6/7/2025) waktu setempat. Indonesia sendiri telah resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak 1 Januari 2025, sehingga Presiden RI Prabowo Subianto turut menghadiri agenda tersebut.

Acara KTT BRICS tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin BRICS untuk membahas sejumlah isu politik dan keamanan global, seperti konflik yang berkepanjangan di berbagai kawasan, reformasi tata kelola global dan penguatan multilateralisme.

Untuk lebih lengkapnya, berikut kami rangkum beberapa pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS!

Serangan Israel terhadap Gaza dan Iran

Kelompok negara dalam BRICS turut mengutuk serangan terhadap Gaza dan Iran, serta menyerukan reformasi terhadap lembaga-lembaga global, seperti Dewan Keamanan PBB dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa BRICS hadir sebagai pewaris Gerakan Non-Blok dan alternatif bagi dunia yang terpecah akibat konflik geopolitik dan perang dagang.

“BRICS adalah pewaris Gerakan Non-Blok. Dengan multilateralisme yang kini diserang, otonomi kita kembali dipertaruhkan,” ujar Lula, pada Minggu (6/7/2025), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga :   3 Tewas dan Belasan Warga Terluka dalam Kecelakaan Truk

BRICS telah mewakili lebih dari separuh populasi dunia, sekitar 40% dari output ekonomi global. Kelompok ini pertama kali dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok pada 2009, lalu menambahkan Afrika Selatan pada 2010.

Tahun lalu, sejumlah negara seperti Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ikut bergabung, sehingga KTT tersebut merupakan pertemuan pertama dengan format yang lebih diperluas.

Para pemimpin BRICS juga turut mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir Iran beberapa waktu lalu. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Selain itu, mereka juga menyatakan ‘keprihatinan mendalam’ atas kondisi rakyat Palestina akibat serangan Israel di jalur Gaza.

BRICS mendukung terhadap upaya Ethiopia dan Iran untuk bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta menyerukan pemulihan mekanisme penyelesaian sengketa dalam organisasi tersebut.

Tuntutan Reformasi Global

Disinggung pula kegagalan intervensi militer pimpinan AS di Timur Tengah. Pihaknya juga menegaskan untuk memimpin reformasi institusi internasional seperti Dewan Keamanan PBB dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga :   Apa Itu BRICS yang Sempat Disebut oleh Menlu RI?

“Jika tata kelola global tidak mencerminkan realitas multipolar abad ke-21, maka BRICS harus menjadi penggerak untuk memperbaruinya,” ujar Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

BRICS juga menyoroti meningkatnya tarif impor sebagai ancaman serius terhadap sistem perdagangan global. Kritik ini ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump yang dalam masa awal jabatannya mengusung ‘American’s First’.

Mereka juga mengumumkan uji coba BRICS Multilateral Guarantees melalui New Development Bank (NDB) untuk menurunkan biaya pembiayaan dan meningkatkan investasi antar anggota.

Fokus Iklim dan Konservasi

Mereka juga membahas isu perubahan iklim menjelang pelaksanaan Konferensi Iklim PBB yang juga akan digelar di Brasil pada November. Dalam pertemuan bilateral, China dan Uni Emirat Arab dilaporkan menyatakan minat berinvestasi dalam inisiatif Tropical Forests Forever Facility, yakni sebuah program pelestarian hutan tropis yang diusulkan Brasil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menarik Dibaca