Stok Beras Melimpah Tapi Harga Melonjak, Kenapa?

Suryamedia.id – Harga beras di pasaran masih melonjak, meski stoknya melimpah. Penyebab kondisi ini disebut-sebut karena keterlibatan mafia dalam rantai pasok beras nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Saleh Mustafa mengatakan bahwa pemerintah melalui Perum Bulog memiliki stok beras tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebesar 5 juta ton. Namun, per Oktober 2026, harga beras nasional terus mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Lebih lanjut, Wamentan menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sedang berupaya menindak oknum-oknum yang bertanggung jawab. Pihaknya juga meminta Perum Bulog untuk mengintervensi pasar dan menstabilkan harga.

“Ada pelaku yang bermain. Mungkin teman-teman pernah lihat beberapa waktu lalu Pak Amran menyampaikan bagaimana mafia pangan beras fortifikasi, kemudian tahun 2025 beras premium menjadi suatu persoalan,” ujar Saleh, Senin (19/10/2026), dikutip CNN Indonesia.

Kementan juga akan melakukan pemantauan harga beras di sejumlah daerah. Sehingga, jika ada satu kabupaten yang harga berasnya mahal, pemerintah akan langsung melakukan operasi pasar di daerah tersebut bersama Perum Bulog.

Baca Juga :   4 Produsen Beras Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pelanggaran Mutu

“Begitu ada indikasi (kenaikan harga beras di suatu wilayah), langsung eksekusi, laporan sambil jalan. Jadi, tidak perlu buat surat dulu, langsung mainkan dulu, baru nanti laporannya menyusul. Istilahnya kami di tentara itu PDUB, pukul dulu urusan belakang,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Tingginya harga beras saat ini juga tak lepas karena fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan. Tak hanya pertanian Indonesia, sejumlah negara, seperti India, China, Thailand, dan Vietnam juga mengalami persoalan serupa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *