Heboh Wacana Pemerintah Manfaatkan Hutan Rusak Jadi Lahan Sawit untuk Biofuel

Suryamedia.id – Heboh wacana pemerintah bakal memanfaatkan hutan rusak menjadi lahan sawit untuk pengembangan bahan bakar nabati (biofuel), mulai dari B50 hingga B100.

Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus adik Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Ia menjelaskan, saat ini sudah ada lahan terdegradasi seluas 12,7 juta hektare.

“Biofuel yang tadi disebut oleh Pak Bahlil, B50 sampai B100, itu nanti sumber-sumbernya itu nanti dari hutan yang rusak, bukan hutan primer,” ungkap Hashim beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kawasan hutan yang rusak itu sudah kehilangan potensi kayu produktif, bahkan rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena semak-semak belukar. Ia memandang, pengalihan fungsi hutan rusak menjadi area lahan bahan baku biofuel dianggap sebagai solusi.

“Itu hutan, tapi tidak ada kayu lagi, sudah ditebang, sudah semak belukar dan sebagainya. Itu yang sebetulnya yang sumber Karhutla, itu hutan-hutan rusak itu,” katanya.

Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius dalam pengembangan biofuel menggunakan campuran bahan bakar nabati untuk kendaraan bermotor secara bertahap. Salah satunya, biodiesel B50, yakni campuran 50% minyak sawit mentah/CPO dan 50% solar.

Baca Juga :   Sidang Gugatan Perdata Rp125 T Gibran Ditunda, Legal Standing Belum Lengkap

Sebelumnya, B50 telah diluncurkan pada Kamis (9/7/2026) di Karawang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus, teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu ya, teruskan jangan berhenti di B50 kalau bisa B60,” kata Presiden RI Prabowo Subianto. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *