Heboh Kabar Penutupan Selat Hormuz, Dubes Iran Tegaskan Jalur Tetap Terbuka dengan Pengamanan

Suryamedia.id – Heboh kabar penutupan Selat Hormuz, Iran, buntut ekskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Pasalnya, penutupan jalur perdagangan energi ini berpotensi memengaruhi pasokan minyak di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Terkait hal ini, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka. Ia mengatakan bahwa Iran tidak menutup jalur pelayaran, melainkan hanya menerapkan protokol keamanan khusus dalam situasi perang.

“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka, dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan,” kata Dubes Boroujerdi pada Kamis (5/3/2026), dikutip MetroTV News.

“Di selat ini hanya diberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang. Pihak-pihak yang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” lanjut dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Iran sudah sejak lama menerapkan keamanan di jalur tersebut karena menjadi salah satu titik pelayaran paling strategis untuk distribusi energi global. Menurutnya, pengamanan harus berlaku bagi seluruh negara, tanpa terkecuali.

Baca Juga :   Mulai 2027, Perusahaan Bakal Diwajibkan Setor Laporan Keuangan ke Kemenkeu

“Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan sejak ratusan tahun yang lalu,” ujar Dubes Boroujerdi.

“Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, termasuk Iran. Tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana untuk kepentingannya sendiri,” tegasnya lagi.

Dubes Boroujerdi turut menuding bahwa kehadiran Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menjadi sumber ketegangan, sehingga memicu kekhawatiran atas keamanan di Selat Hormuz.

“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh ke kawasan Timur Tengah dan kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” lanjutnya.

Sementara itu, sampai saat ini, dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut adalah Pertamina Pride yang baru menyelesaikan pemuatan kargo di Ras Tanura, Arab Saudi, serta Gamsunoro yang berada di Khor Al Zubair, Irak yang sedang berproses pemuatan bahan bakar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *