Suryamedia.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa minta Bursa Efek Indonesia segera melakukan ‘bersih-bersih’ saham ‘gorengan’. Ia memberikan waktu hingga bulan Maret 2026 untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Hal ini diungkapkan saat menanggapi kabar Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan pasar saham Indonesia terkait isu transparansi struktur kepemilikan saham dan data free floating di Indonesia.
“Cuman ini karena berita negatif tadi kan kita tidak dianggap transparan, free floating-nya enggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Seperti itu,” kata Purbaya, Rabu (28/1/2026), dikutip CNBC Indonesia.
“Dan banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran. Untungnya banyak, sementara yang investor kecil mungkin sebagian dirugikan,” lanjut dia.
Sementara, Purbaya memberikan waktu sekitar dua bulan lebih sampai dengan akhir Maret untuk menangani saham-saham ‘gorengan’ yang masih bebas di pasar saham Indonesia. Namun, jika belum teratasi sampai waktu yang ditentukan, pihaknya akan intervensi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
“Anda yang sikat lah. Saya sudah minta ke OJK untuk konfrontasi dengan BEI. Sekarang bulan apa? Januari. Kalau sampai akhir Maret enggak jalan, saya akan ke sana sebagai ketua KSSK. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu,” paparnya lagi.
Keputusan MSCI juga menimbulkan sentimen negatif, hingga muncul isu penurunan dari kategori emerging market menjadi frontier market. Maka dari itu, ia meminta pihak Otorita Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbaiki kekurangan data yang disebutkan MSCI.
“Kita pasarnya dianggap pasar apa, frontier level, tapi saya yakin enggak akan turun ke sana karena pondasi kita bagus, kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki Pak Mahendra (Ketua OJK),” kata Purbaya dalam kesempatan lain, Kamis (29/1/2026).
Sebagai informasi, IHSG sempat anjlok hingga 8 persen, dari level 8.027 ke 7.654, pada hari ini, Kamis (29/1/2026), dipicu reaksi pasar negatif hingga menimbulkan panic selling. (*)












