Suryamedia.id – Pemerintah bakal melakukan penajaman belanja negara untuk memastikan anggaran digunakan secara efisien. Dengan demikian, diharapkan bisa menghasilkan output sesuai rencana.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara baru-baru ini. Ia meyakinkan bahwa anggaran belanja tidak dipangkas secara sembarangan. Efisiensi akan dilakukan di beberapa pos secara berimbang.
“Penajaman belanja negara itu dilakukan sepanjang tahun. Bukan hanya di satu titik lalu sudah itu tidak ada penajaman lagi,” katanya, Jumat (18/9/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Penajaman itu bukan berarti potong anggaran, bukan. Penajaman itulah memastikan bahwa alokasi yang ada digunakan dan menghasilkan output sesuai dengan rencananya,” ujarnya lagi.
Penajaman anggaran tidak dilakukan dengan pemangkasan alokasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) secara ugal-ugalan, melainkan melihat terlebih dahulu pelaksanaan kegiatan, serta mengedepankan komunikasi dengan kementerian/lembaga terkait.
Pihaknya juga telah meminta Direktorat Jenderal Anggaran untuk melihat kembali belanja kementerian dan lembaga (K/L), termasuk kegiatan yang kontraknya belum selesai. Setelahnya, baru dilakukan evaluasi.
“Lihat lagi, tapi bukan berarti kemudian langsung main potong. Bicara dengan KL-nya, bangun komunikasi,” jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mencatat realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun. Angka tersebut naik 29 persen secara tahunan (yoy). (*)











