Bagaimana Nasib Ajang F1 Singapura Buntut Kabut Asap Karhutla?

Suryamedia.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengepung Pulau Kalimantan mengantarkan asap hingga ke negara tetangga, termasuk Singapura. Terkait peristiwa ini, gelaran ajang Formula 1 Singapura turut menjadi sorotan.

Rencananya, ajang F1 Singapura akan digelar Oktober 2026 mendatang. Namun, pihak Singapore GP mulai buka suara mengenai kemungkinan dan langkah-langkah yang disiapkan jika ajang tersebut terganggu akibat kabut asap.

“Rencana itu dirumuskan dan disempurnakan dengan para pemangku kepentingan dan lembaga pemerintah. Jika kabut asap menyebabkan visibilitas, masalah kesehatan masyarakat atau operasional, GP Singapura akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum membuat keputusan kolektif mengenai acara tersebut,” kata juru bicara GP Singapura, dikutip Detik.

Sebagai informasi, ajang kejuaraan Formula 1 Singapura sempat terganggu karena kebakaran di Indonesia, di antaranya pada 2015 dan 2019. Acara tersebut sempat mengalami kendala karena udara buruk, sehingga panitia menyiapkan masker bagi penonton.

Indeks kualitas udara atau Pollutant Standards Index (PSI) di Singapura masih berada dalam kategori sedang. Kondisinya sempat meningkat tipis pada kisaran 51-100 pekan lalu, sementara kualitas udara dikategorikan tidak sehat apabila PSI berada di atas 100.

Baca Juga :   Profil Vito, Pebulu Tangkis yang Sering Jadi Penentu Kemenangan

Meski demikian, Pemerintah Singapura kini telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kabut asap. Haze Task Force yang berada di bawah koordinasi National Environment Agency Singapura akan berkoordinasi dengan Singapore GP untuk mengawasi penyelenggaraan F1 Singapura. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *