Presiden Prabowo Didesak Minta Maaf Buntut Pernyataan “Londo Ireng”

Suryamedia.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataan yang menyebut jurnalis sebagai “Londo Ireng”. Pasalnya, sebutan itu dinilai berkonotasi negatif yang mencederai marwah insan jurnalis.

“Presiden Prabowo Subianto harus meminta maaf secara resmi dan terbuka kepada wartawan serta kelompok masyarakat atas penggunaan istilah londo ireng yang dikaitkan dengan profesi jurnalis,” tulis AJI dalam keterangan resmi yang diunggah pada Sabtu (25/7/2026).

Selain jurnalis, istilah tersebut juga ditujukan kepada pihak-pihak yang dianggap mengkritisi pemerintah, seperti pengamat, pakar, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka disebut mencari kekurangan pemerintah dengan memberitakan hal-hal buruk saja.

Menurutnya, anggapan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak berperan dalam menjaga demokrasi, melainkan represif terhadap media dan pemberi kritik.

Pihaknya juga meminta presiden dan seluruh jajarannya menghentikan pelabelan, stigmatisasi, kriminalisasi, dan penyampaian narasi negatif terhadap kelompok masyarakat yang berupaya menjalankan fungsi kontrol publik.

“Pemerintah harus menjamin keselamatan jurnalis dan memastikan tidak ada intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap wartawan dan media akibat pemberitaan yang kritis,” tegas AJI.

Baca Juga :   Guru Besar IPB Dilaporkan Atas Perhitungan Kerugian Negara Kasus PT Timah, Ini Tanggapan Kejagung

“Kami mendesak Presiden dan jajarannya menunjukkan kepemimpinan yang demokratis dan menghormati kebebasan pers,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa kelompok kritis merupakan wujud “londo ireng” di zaman modern. Ia memberikan label tersebut terhadap jurnalis, pakar, hingga lembaga swadaya masyarakat yang tidak bekerja untuk pemerintah.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng yang ikut Belanda perang melawan kita,” ucap Prabowo saat berpidato di puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa pada Kamis (23/7/2026), dikutip Tempo.

“Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya sekarang dia pakai baju lain kan. Wartawan, jurnalis, pengamat, LSM,” lanjut dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *