Suryamedia.id – Seorang dokter internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi, dikabarkan meninggal dunia karena beban jam kerja. Terkait hal ini, pemerintah bakal melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kebenarannya.
Menurut kabar yang beredar, dokter bernama Myta Aprilia Azmy disebut tidak mendapatkan libur selama tiga bulan dengan beban jam kerja tinggi di IGD. Ia bahkan diminta tetap bertugas saat sakit hingga meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Azhar Jaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan dari Ikatan Alumni FK Unsri terkait kasus tersebut.
Ia mengatakan, dr. Myta sempat menjalani perawatan karena kondisinya memburuk, namun nyawanya tidak bisa terselamatkan.
“Pasien sebelumnya sudah dirawat tapi kondisi memburuk dan akhirnya meninggal,” jelas dia beberapa waktu lalu.
Menurut surat yang dikirimkan, dr Myta juga mengalami pembiaran atau bekerja tanpa supervisi dokter definitif. Hal ini dianggap melanggar aturan Kemenkes mengingat statusnya sebagai dokter internship/magang, bukan dokter tetap di rumah sakit.
Dokter Myta juga disebut sempat memprotes karena dipaksa tetap bertugas dalam kondisi sakit. Ia disebut melayani pasien saat sesak napas, hingga saturasi oksigennya hanya mencapai 80 persen.
Menurut laporan Ikatan Alumni FK Unsri ada sejumlah oknum pembimbing yang merahasiakan kondisi kesehatan dr. Myta tersebut agar masa magangnya tidak diperpanjang.
Selain itu, muncul dugaan adanya perundungan (bullying) yang dialami almarhumah.
Mengenai hal itu, dr Azhar Jaya mengatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi terkait perundungan tersebut dan akan mendalami dugaan tersebut.
“(Soal kabar bullying) ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal sanksi kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana,” lanjut dia. (*)











