Suryamedia.id – Pemerintah RI bakal mengirimkan ribuan pasukan TNI ke wilayah Gaza Palestina. Rencana ini disebut-sebut akan membawa misi Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diketuai oleh Presiden AS, Donald Trump, dan Indonesia berada di dalamnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan, pasukan TNI yang dikirim akan difokuskan pada bantuan kemanusiaan, rekonstruksi wilayah Gaza, dan menjaga gencatan senjata tetap berlangsung. Meski demikian, pihaknya belum memutuskan kapan prajurit akan diberangkatkan.
“Kalau untuk keterlibatan Indonesia sudah dijelaskan bahwa lebih fokus pada humanitarian (kemanusiaan), bantuan rekonstruksi, sama untuk mendukung gencatan senjata,” kata juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, Selasa (10/2/2026).
“Kalau untuk proses persiapan, memang Indonesia melakukan persiapan tersebut. Mengenai timeline, ini belum ada yang definitif. Jumlah juga belum definitif,” lanjut dia.
Sementara itu, menurut perkiraan, jumlah prajurit yang akan dikerahkan sebanyak 5 ribu hingga 8 ribu anggota. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan, terkait jumlah pastinya akan diputuskan pada akhir Februari mendatang.
“Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan,” kata dia.
Menurutnya, personel TNI yang akan diberangkatkan mempertimbangkan pengalaman seperti pasukan perdamaian bentukan PBB atau pernah bertugas di daerah konflik, maupun memiliki kemampuan komunikasi dengan masyarakat sekitar Timur Tengah.
“Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” sebutnya.
“Tentunya dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana walaupun itu di wilayah Lebanon,” imbuhnya. (*)











