Suryamedia.id – Tanggal 11 November 2024 diperingati sebagai Hari Anak Yatim Piatu Sedunia atau World Orphans Day. Peringatan hari ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap penderitaan anak yatim-piatu di dunia.
Banyak anak yatim piatu disebabkan oleh perang, kelaparan, pengungsian, penyakit, atau kemiskinan. Mereka tak hanya membutuhkan dukungan fisik saja, namun juga emosional dari orang-orang disekitar untuk menciptakan cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama.
Untuk lebih lengkapnya, berikut kami rangkum sejarah peringatan Hari Anak Yatim Piatu Sedunia atau World Orphans Day.
Sejarah World Orphans Day
Dilansir dari Days of the Year, panti asuhan untuk mengasuh anak yatim piatu pertama dalam sejarah disebut berdiri pada tahun 400 M oleh orang Romawi. Meski demikian, hukum Athena sebelumnya mengharuskan anak yatim piatu untuk dinafkahi hingga usia 18 tahun dan filsuf besar Plato berkata bahwa anak yatim piatu harus ditempatkan di bawah asuhan wali publik.
Di Eropa pada Abad Pertengahan, anak yatim dirawat oleh gereja. Pada awal tahun 1900-an, jumlah anak yatim di Inggris telah mencapai proporsi yang benar-benar mengkhawatirkan dan penuh kekerasan. Hal ini bahkan digambarkan dalam Novel Charles Dickens yang paling terkenal, ‘Oliver Twist’ untuk menggambarkan dengan sempurna kesulitan yang harus dialami anak yatim tersebut.
Di zaman modern, beberapa peneliti menyebutkan bahwa tak sedikit panti asuhan yang tidak mendukung perawatan dan perkembangan anak dengan baik. Hal ini menyebabkan banyak orang memutuskan untuk mengadopsi anak dari negara miskin untuk memberi mereka kesempatan hidup yang lebih baik. Namun, tren ini juga menyebabkan banyak penipuan hingga ancaman perdagangan manusia.
Oleh sebab itu, Hari Yatim Piatu Sedunia diciptakan oleh The Stars Foundation untuk meningkatkan kesadaran tentang jumlah anak yatim piatu di dunia. Harapan The Stars Foundation adalah agar hari ini memotivasi orang-orang untuk membantu mereka mendapatkan perhatian dan dukungan yang tidak didapatkan oleh mereka dari orang tua.
Pada tahun 2017, berbagai tokoh penting dan aktivis dalam komunitas AIDS dan ORPHAN mengajukan permohonan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara resmi memperingati hari Senin kedua di bulan November setiap tahun sebagai Hari Anak Yatim Piatu Sedunia.
Prakarsa ini akan ditampilkan pada konferensi ICASA yang dihadiri oleh 10.000 ilmuwan, aktivis, dan perwakilan pemerintah dunia dari seluruh dunia. (*)






