Berikut Ini Alasan Perusahaan Buang Makanan Sisa yang Tak Terjual!

Suryamedia.id – Saat masuk dalam toko roti atau restoran cepat saji, kita biasa melihat banyak makanan terpajang di etalase. Saat itu, mungkin muncul di benak Anda tentang bagaimana mereka memperlakukan makanan yang tidak terjual, dan apa yang sebaiknya dilakukan manajer toko untuk menanganinya?

Sebenarnya, keputusan untuk memperlakukan sisa makanan tidak terjual diserahkan kepada setiap pemilik franchise toko. Namun, beberapa toko memutuskan untuk membuang semua makanan tidak terjual (khususnya makanan yang cepat basi) ke tong sampah. Mereka juga tidak berniat untuk membagikannya ke pegawai atau mendonasikan ke orang lain di sekitar.

Apa alasannya?

Alasan pertama adalah berkaitan dengan kesehatan. Makanan sisa tidak pada kondisi yang layak dimakan, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk setelah orang lain mengonsumsinya. Pihak restoran takut jika makanan diberikan kepada orang lain dapat memicu keracunan dan gangguan kesehatan lainnya, yang pada akhirnya juga memperburuk citra perusahaan. Selain itu, makanan sisa tidak bisa bertahan terlalu lama dan gizinya akan berkurang.

Baca Juga :   Dukung Palestina, Berikut Produk-produk Israel yang Diboikot Warga Dunia

Kemudian, perusahaan juga melarang karyawan untuk membawa pulang makanan sisa karena dikhawatirkan akan dijual dengan harga yang lebih murah. Ini dikhawatirkan dapat berdampak pada keuntungan toko karena pada akhirnya konsumen akan lebih memilih produk yang lebih murah dari penjualan karyawan. Dengan demikian, keuntungan akan masuk ke kantong orang lain, sementara biaya produksi tetap berasal dari perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga menghindari karyawan mencari keuntungan dengan memproduksi makanan secara berlebihan agar mendapatkan jatah sisa. Jumlah produksi diatas permintaan ini juga bisa berdampak pada untung-rugi perusahaan.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Membuang sisa makanan tentu juga memberikan dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Beberapa perusahaan makanan biasanya akan bekerja sama dengan pengolah sisa makanan untuk dijadikan pakan ternak seperti sapi atau ikan. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga yang memang khusus mengurus sisa makanan untuk mengurangi dampak buruk lingkungan, serta memberikan manfaat bagi sekitar.

Pihak restoran juga membuat SOP yang jelas terkait pemanfaatan sisa makanan yang terjual. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *