Suryamedia.id – Pemerintah RI minta perusahaan tambang batu bara nasional untuk memasok 180-190 juta ton ke PLN. Pasokan batu bara tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan layanan kelistrikan, sehingga pemadaman bergilir bisa ditangani.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Menurut dia, pemadaman listrik berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi, sementara ia memastikan pasokan batu bara masih aman.
“Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN,” ungkap Bahlil, Minggu (21/6/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat,” lanjut dia.
Sementara itu, pihak kementerian hanya menjalankan regulasi dan menjamin pasokan energi. Menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), kebutuhan batu bara PLN secara nasional sebanyak 154 juta ton per tahun.
“Yang mengoperasikan listrik itu bukan Dirjen Listrik, bukan ya. Bukan kita. Kita regulasinya sementara yang melaksanakan kegiatan adalah PLN,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik terjadi akibat kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa. Gangguan tersebut sempat mengurangi pasokan listrik dan mempengaruhi keandalan sistem kelistrikan di Jawa.
“Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” ujar Darmawan, Minggu.
Pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi permasalahan tersebut dengan mengerahkan tim bersama pengelola pembangkit untuk melakukan perbaikan agar pasokan listrik kembali normal.
Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan Jawa kini berangsur membaik. Sebab, salah satu pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi.
“Malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan tadi pukul 18.00 sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” jelasnya. (*)










