Suryamedia.id – Dana di pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia 80 persen masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam hal pembangunan daerah.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat menanggapi efisiensi dana transfer. Menurutnya, jika pemerintah pusat melakukan penyesuaian terhadap dana transfer ke daerah, maka bisa berdampak pada pembangunan di wilayah tersebut.
“Hari ini 80 persen pemerintah daerah tergantung dari dana transfer pusat. Makanya, ketika dana transfer pusat ada penyesuaian kemudian goyang begitu,” katanya, Jumat (12/9/2025), dikutip CNN Indonesia.
Ia melanjutkan, Pemda bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan Data Desa Presisi, yakni dengan memetakan sumber daya yang dimiliki. Artinya, jika sumber daya di masing-masing daerah dikelola dengan baik, bisa menguatkan fiskal daerah.
“Target pertumbuhan ekonomi nasional kan harus di-support oleh daerah. Daerah kan garda terdepannya. Di situ lah peran penting data desa untuk penguatan kapasitas fiskal daerah,” katanya.
“Bisa dibayangkan kalau setiap desa dengan data-data presisi ini memanfaatkannya secara maksimal tentu terbangun ekosistem, kan kedongkrak PAD-nya,” lanjut dia.
Selain itu, Data Desa Presisi juga bisa membantu dalam menentukan kebijakan efisiensi. Harapannya, segala kebijakan dan keputusan Presiden dan kepala daerah berdasarkan data yang akurat. Akurasi data juga memastikan anggaran benar-benar dialokasikan ke penerima yang berhak. (*)







