X Disebut Down Karena Serangan Dark Storm, Siapa Mereka?

Suryamedia.id – Pemilik X, Elon Musk mengonfirmasi bahwa platform sosial media tersebut sempat down lantaran serangan siber. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh banyak pihak yang terkoordinasi.

“Ada (masih) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tetapi ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Baik kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau suatu negara terlibat. Penelusuran,” tulisnya di unggahan X, Senin (10/3/2025).

Tak lama setelah konfirmasi Musk, kelompok peretas yang dikenal sebagai ‘Dark Storm Team’ mengaku bertanggung jawab atas serangan DDoS pada platform tersebut melalui sebuah postingan di Telegram, menurut laporan Newseek.

Sebagai bukti, Dark Storm Team membagikan tangkapan layar serta tautan ke situs check-host.net yang sering kali digunakan untuk memverifikasi status layanan di berbagi server global.

Siapa Dark Storm Team?

Dilansir dari The Crypto Times, Kelompok Dark Storm merupakan kelompok peretas yang telah aktif sejak September 2023. Kelompok ini pernah melakukan beberapa serangan siber besar dan mengkhususkan diri dalam akses jarak jauh, infiltrasi data, ransomware, dan serangan DDoS.

Baca Juga :   Meski Tertunda, Apple Hampir Rilis iPad Pro 14 Inci Tahun Ini

Mereka menargetkan organisasi dan negara yang mendukung Israel, baik perusahaan maupun pemerintah negara anggota NATO di Amerika dan Eropa. Serangan terhadap Twitter baru-baru ini disebut sebagai bagian dari aksi mereka untuk menentang kebijakan tertentu.

Sebelumnya, pada Senin (10/3/2025), pengguna X mulai melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengakses media sosial tersebut. Menurut Downdetector, keluhan melonjak hingga lebih dari 41.000 pada satu titik.

Pakar keamanan siber mengungkapkan bahwa serangan itu adalah serangan DDoS berlapis-lapis yang membanjiri server X dengan sejumlah besar permintaan palsu. Para peretas disebut menggunakan botnet dari perangkat yang dibajak, termasuk komputer pribadi dan perangkat IoT yang disusupi seperti kamera pintar dan router.

Selain itu, analis menduga kelompok tersebut berupaya mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur X untuk mengganggu aliran data atau mendapatkan akses ke informasi sensitif. Meski demikian, tidak ada konfirmasi tentang pelanggaran data.

Sampai saat ini, para peretas belum memberikan alasan yang jelas, namun para ahli keamanan siber percaya hal itu dapat dikaitkan dengan ketegangan politik global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *