Suryamedia.id – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyampaikan keinginan Indonesia bergabung dengan BRICS pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Kazan, Rusia, Kamis (24/10/2024). BRICS merupakan aliasi kerja sama ekonomi yang dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan China, kemudian diikuti bergabungnya Afrika Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia ingin bergabung ke BRICS merupakan implementasi dari politik luar negeri yang bebas dan aktif. Artinya, Indonesia ingin berpartisipasi di semua forum internasional.
“Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” ujar Menlu Sugiono, dikutip dari Kompas.
Berikut ini kami rangkum penjelasan tentang asosiasi BRICS beserta tujuannya. Simak selengkapnya berikut ini!
Tentang BRICS dan tujuannya
BRIC merupakan organisasi internasional di bidang keuangan dan perdagangan yang berdiri di tahun 2001, terdiri dari negara Brazil, Russia, India, dan China. Hingga, pada tahun 2011, BRIC menyepakati Afrika Selatan bergabung pada asosiasi ekonomi tersebut, sehingga diubah menjadi BRICS.
Dikutip dari situs BRICS Information Portal, peran negara-negara di BRICS adalah sebagai salah satu pendorong utama pembangunan ekonomi global. Ini didasarkan pada jumlah populasi negara yang besar, serta kepemilikan sumber daya alam yang melimpah.
Tujuan utama BRICS adalah bekerja sama dalam pengembangan dan membangun hubungan dengan negara-negara anggota dalam ekspansi ekonomi, termasuk perdagangan. Serta, menciptakan sistem ekonomi dan perdagangan baru yang berbeda dari sistem barat, dipimpin oleh Amerika Serikat.
Pada KTT tahun 2023, BRICS ingin mengurangi ketergantungan dengan dolar AS, dan mempromosikan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan internasional. Pihaknya menilai bahwa dolar AS memengaruhi mata uang lain, yang mana saat ekonomi AS menguat, maka mata uang lainnya melemah.
BRICS juga berupaya untuk membantu negara berkembang di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, militer, teknologi, hingga hubungan diplomasi antar negara. (*)












