Suryamedia.id – Mata uang berguna dalam kegiatan transaksi dalam suatu negara. Biasanya uang didesain dengan gambar dan bahan khusus yang menjadi ciri khas dari masing-masing negaranya.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai siapa sosok di balik desain mata uang Indonesia yang selama ini kita gunakan?.
Ternyata ada desainer yang khusus merancang uang Indonesia, yang kemudian membuat uang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah saja, namun juga di dalamnya ada nilai karya seni.
Desainer atau perancang mata uang biasanya disebut dengan DELINAVIT. Pada sebagian besar uang kertas Indonesia yang diterbitkan antara tahun 1952 hingga tahun 1988 telah mencantumkan nama desainernya.
Nama desainer akan ditulis dalam huruf kapital yang diikuti dengan tulisan “DEL.”, singkatan dari “Delinavit” atau perancang uang.
Berikut ini orang-orang yang menjadi desainer mata uang Indonesia.
SADJIROEN
Ia merupakan seniman uang yang lahir di Kendal, 4 Maret 1931. Ia mulai bekerja di Perum Peruri pada tanggal 12 Desember 1955. Mata uang yang pernah ia desain adalah uang-uang seri Sudirman mulai pecahan Rp.5 hingga Rp10.000.
Ia mendesain bersama Junalies dan menghasilkan desain uang Rp10, Rp50 dan Rp500 pada tahun 1958, Rp10 pada tahun 1963, serta Rp50 dan Rp100 pada tahun 1964.
Sadjiroen biasanya selalu mendapat bagian dalam mendesain bagian belakang uang (reverse), sebaliknya Junalies bagian muka (obverse) uang.
HERU SOEROSO
Heru merupakan orang kelahiran Purwokerto, tanggal 22 Desember 1936. Ia mulai menginjak dan bekerja di Peruri pada tanggal 26 september 1961.
Desain pertamanya adalah gambar burung dara pada pecahan uang Rp 100 tahun 1984. Namanya tertera pada sebelah kiri bawah uang tersebut.
JUNALIES
Junalies lahir di Bukit Tinggi pada tahun 1924. Ia bergabung di PERURI (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) pada tanggal 1 Agustus 1955. Ia wafat di Jakarta, 10 September 1976.
Hasil desain uang yang ia hasilkan ada cukup banyak. Di antaranya yaitu digunakan untuk keperluan visual uang kertas Indonesia Seri Pekerja untuk tahun 1958, 1963, dan 1964.
Selain itu, karyanya juga ada di pecahan uang Rp 10.000 bergambar relief Candi Borobudur dan Barong edisi tahun 1975.
Karyanya tersebut pun didaulat menjadi desain mata uang terbaik di dunia. Karyanya dibuat dari bahan yang sangat berkualitas. Hingga uang ini banyak mendapatkan pujian dari luar negeri karena kentalnya unsur budaya dalam desain tersebut.
RISMAN SUPLANTO
Ia adalah orang yang lahir di Magelang, 13 September 1927. Ia mulai bergabung dan bekerja di Peruri mulai 16 Juli 1956 hingga 1 Oktober 1984. Karyanya yang ada di mata uang Indonesia yakni terdapat pada pecahan Rp500 emisi tahun 1977.
MUJIRUN
Mujirun merupakan pelukis mata uang kertas Tanah Air yang paling banyak menciptakan gambar. Ia lahir pada tanggal 26 November 1958 dan mulai bekerja di Peruri tahun 1979. Ketika itu ia masih kuliah tingkat akhir di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta.
Peruri kala itu memang tengah mencari calon engraver atau pengukir gambar yang memang diperlukan dalam proses pembuatan uang kertas.
Engrav merupakan bagian dari proses pengamanan paling tinggi dalam pembuatan uang kertas. Ia adalah salah satu pelukis mata uang yang paling banyak menghasilkan karya di seri uang Indoensia.
Tercatat 13 seri dia berperan di dunia keuangan Indonesia sejak tahun 1986 – 2001. Hasil karyanya yang bisa kamu lihat hingga saat ini yakni pada pecahan uang kertas Rp 5 ribu dan Rp 50 ribu. (*)






