Rembang, Suryamedia.id – Bupati Rembang Abdul Hafidz berencana untuk memindahkan pasar hewan Pamotan, karena dinilai sering menimbulkan kemacetan.
“Karena macet setiap pasaran, maka disiapkan 2022 nanti untuk pengadaan tanahnya Rp5 miliar,” ungkapnya saat jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Rembang, Senin (27/9/2021).
Kapasitas pasar hewan ini, hanya menampung 400 ekor sapi dan 200 ekor kambing. Namun selalu didatangi lebih dari 700 ekor sapi maupun kambing.
Bupati menilai, dengan dipindahkan ke tempat yang lebih luas, maka diharapkan dapat mengatasi kemacetan.
“Jika dipindahkan ke tempat yang lebih representatif dan lebih luas diharapkan kemacetan tersebut tidak lagi terjadi,” imbuhnya.
Dari studi yang telah dilakukan, lanjut bupati, rekomendasi lokasi pasar hewan ada di Pamotan sebelah utara. Saat ini, pihaknya sedang mencari lokasi yang strategis untuk pasar hewan.
“Jika lokasi pasar hewan yang baru masih tetap dekat di area pasar hewan yang ada, di dukuh Candisari pasti masih akan menimbulkan kemacetan. Tidak ada lahan pengembangan lagi di sana,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Rembang Setyo Budi Hutomo membenarkan rencana pemindahan pasar hewan tersebut. Lokasinya pun masih di Pamotan dan memudahkan mobilitas para pedagang.
“Dari analisis dari dampak lingkungan, di sebelah utara (lokasinya). Cuma kendala agak masuk sedikit. Rata-rata polling tidak mau, kalau jadi dipindah. Namun belum final,” ujar Setyo.
Sedangkan terkait fisik bangunan, akan menyesuaikan dengan estimasi luasan minimal tiga hektare.
“Yang lama 1,2 hektare. Jadi hampir dua kali lipat, sebab untuk parkir juga,” tambahnya. (*)









