Ratusan Jemaah Umrah Asal Indonesia Masih Tertahan di Negara Transit

Suryamedia.id – Ratusan jemaah umrah asal Indonesia disebut masih tertahan di sejumlah negara transit antara Qatar hingga Dubai. Kondisi ini merupakan imbas penutupan jalur udara akibat peran Iran dan Amerika Serikat-Israel.

Hal ini diungkapkan oleh Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh). Menurutnya, posisi jemaah terbagi dua kategori, yakni dalam proses keberangkatan maupun dalam proses pulang yang tersebar di tiga bandara, yakni di Doha, Dubai, dan Abu Dhabi.

“Data yang kami terima ada jemaah kami yang berada di Qatar saat ini, namun Alhamdulillah sudah difasilitasi pihak penerbangan untuk mendapat hotel,” kata Ketua Umum Himpuh Firman Taufik, Senin (2/3/2026), dikutip CNN Indonesia.

Selain di lokasi transit, sekitar 800 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang umrah juga masih berada di Tanah Suci. Hal ini terjadi karena eskalasi di kawasan Timur Tengah yang meningkat, sehingga penerbangan terpaksa ditunda.

“Harapan ke pemerintah Indonesia, setelah menghimbau menunda keberangkatan Umrah, dibarengi dengan langkah konklusif mengamankan juga resiko biaya yang akan timbul kepada calon jemaah,” ujar Firman.

Baca Juga :   Kapan Hari Libur dan Cuti Bersama Desember 2024?

“Kalau cuma imbauan tanpa solusi, rasanya kurang pas dengan maruah kementerian yang seharusnya selalu hadir untuk jemaah,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq juga meminta pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan Timur Tengah untuk mengambil langkah darurat, mulai dari pendataan hingga penyediaan akomodasi.

“Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Negara wajib hadir memastikan mereka dalam kondisi aman, mendapatkan logistik yang cukup, serta kepastian informasi,” ujar Maman, Minggu (1/3/2026).

“Kami meminta pemerintah melakukan langkah mitigasi cepat. Mulai dari pendataan jemaah terdampak, penyediaan akomodasi hingga skema pemulangan yang aman jika situasi memungkinkan. Jangan sampai jemaah dibiarkan tanpa kepastian di bandara,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *