Suryamedia.id – Pembangunan kampung haji di Makkah telah disetujui oleh Pemerintahan Arab Saudi. Hal tersebut dilakukan dengan mengakuisisi sebuah hotel total 4.641 kamar, serta lahan seluas lima hektare untuk pengembangan proyek ini.
“Yang kita lakukan pembelian itu adalah satu hotel terdiri dari 4.641 kamar, lalu lahan total 5 hektare yang akan dibangun 13 tower,” ujar CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026), dikutip CNN Indonesia.
Kampung haji akan dibangun di lokasi yang tak jauh dari Masjidil Haram, yakni sekitar 600 meter saja. Hal ini ditujukan untuk memudahkan jamaah haji dari Indonesia yang tengah beribadah di Tanah Suci.
Rencana lokasi ini sebagai tindak lanjut akuisisi Novotel dan aset perumahan di kawasan Thakher yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan Kampung Haji tersebut direncanakan bisa digunakan pada musim haji 2027 mendatang.
“Next-nya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram,” ujar Rosan lagi.
Proyek pembangunan kampung haji akan dipimpin oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Danantara telah menyiapkan anggaran hingga US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun untuk membangun 13 tower hotel, serta mal di kawasan tersebut.
Meski proyek pembangunan dipimpin oleh Danantara, pengelolaannya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, ditunjuk untuk mengelola hotel-hotel milik pemerintah di Makkah.
“Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan mendapat hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Mekah. Kita akan membangun Kampung Haji di Mekah untuk jemaah haji dan mereka yang melaksanakan umrah,” kata Presiden RI Prabowo, Minggu (8/2/2026). (*)












