Suryamedia.id – Mahasiswa tentu saja sering menjumpai tugas-tugas berupa pengumpulan laporan. Laporan tersebut tentu harus ditulis menggunakan kata baku, serta penulisan sesuai kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
Meski demikian, human error kerap kali terjadi saat penulisan laporan, misalnya typo atau salah eja. Meski terkesan sepele, hal ini bisa berdampak fatal pada laporan Anda. Maka dari itu, penting untuk mengeceknya berkali-kali sebelum mencetak laporan tersebut.
Namun, saat ini, Anda tidak perlu susah-susah mengecek laporan secara manual, halaman per halaman. Pasalnya, terdapat beberapa rekomendasi website yang dapat membantu agar tulisan sesuai dengan kaidah secara otomatis.
Ejaan.id
Ejaan.id akan membantu pengguna bahasa Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Ejaan.id menyediakan fitur perbaikan kata tidak baku untuk kalimat, perbaikan kata tidak baku untuk paragraf, serta penulisan kata depan, kata ganti, konjungsi, dan kata baku. Situs ini memiliki interface yang sederhana, sehingga memudahkan pengguna untuk mengaksesnya.
“Aplikasi ini bermanfaat dalam mengembangkan bidang ilmu linguistik dan juga mengembangkan model penggunaan bahasa Indonesia yang benar melalui teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, kesalahan penggunaan kata akibat pengetikan atau kesalahan akibat penggunaan kata tidak baku dapat diminimalisasi secara tersistem,” tulis mereka di website.
Cek Typo
Anda bisa mengecek kesalahan ketikan di laman berikut. Setelah masuk, Anda akan diarahkan ke laman pengecekan salah ketik. Pada laman ini pengguna cukup mengetikkan kata, kalimat, atau paragraf yang ingin dicek, lalu klik ‘CEK’. Jika ada warna merah, hal itu menunjukkan typo yang selanjutnya bisa diperbaiki.
Typoonline
Typoonline.com merupakan situs web yang berfungsi sebagai alat untuk memeriksa kesalahan ejaan dan tata bahasa, serta kesalahan ketik dalam bahasa Indonesia.
Website ini memungkinkan pengguna untuk menempelkan teks dan kemudian sistem akan mengidentifikasi dan menyoroti kesalahan-kesalahan ketik tersebut karena tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (*)






